Rabu, 21 Januari 2015

Sayang Anak



Mendung,

Kelabu menyaput langit, udara basah diterjang gerimis lembut yang halus

Jangankan aku, gedung kokoh tinggi menjulangpun kedinginan

Aku tak tahu ada dendam apa hingga matahari malas menyapa januari

Ah..  cuaca ini membuat rinduku makin membeku.
     


Melayang,

Berulangkali kulirik layar smartphone ku

Kau masih tetap tidur, pulas, pipimu pun menggunung makin jelas

Lenganku masih kuat mengendongmu, walaupun mataku takkan sanggup terbuka menemanimu sepanjang malam

Bayi kecilku, Ayah rindu.

Senin, 19 Januari 2015

Filosofi Sebuah Pensil

 Iseng-iseng saat senggang di kantor gak sengaja baca artikle bagus disini. saya copy paste di blog ini agar semakin banyak yang membaca dan menambah pengetahuan bagi lebih banyak orang.
gambar dari sini
Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.
“Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?”
Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, “Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek lagi.

Minggu, 16 November 2014

Renungan Pagiku


Sungguh mulia hatimu, aku malu pada Tuhanku karna telah diberi istri yang sangat baik sepertimu. Kemuliaan hatimu takpernah berkurang, bahkan kau begitu ikhlas membantu yang lain padahal seharusnya engkaulah yang lebih berhak dibantu. Disaat teman-temanmu butuh bantuan kau begitu ringan tangan. Di saat

Rabu, 05 November 2014

Tulisan Pertamaku





Tak terasa sudah dua setengah tahun aku meninggalkan sekolah tercinta ini. Dan hari ini aku datang ke sini dengan menyandang status maahasiswa sebuah perguruan tinggi negeri untuk mengundang para siswa mengikuti olimpiade yang diselenggarakan oleh himpunan mahasiswa jurusanku.
Ternyata sekarang sekolah ini jauh lebih maju dari pada ketika aku masih menjadi  siswa di sini. Sekolah ini telah menjadi sekolah RSBI dengan fasilitas yang serba WAH. Taman dengan kolam ikan yang indah dan tersambung dengan wifi, ruang kelas ber-AC, di meja guru terdapat satu set computer yang tersambung ke LCD, ada juga televisi dan sound system . Semua siswa di sini mempunyai laptop yang dulu ketika aku masih menjadi siswa merupakan sebuah benda yang sangat mewah. SPP di sekolah ini sekarang jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan SPP ku dulu, dan bahkan dengan SPP perkuliahanku sekarang. Dan itulah sebabnya aku sangat bersyukur menjadi salah seorang alumni sekolah favorit di kotaku ini.

Rabu, 10 September 2014

Dipaksa ke Kawah Putih (lagi)



 
lanscap kawah putih
Jakarta malam ini diguyur hujan deras. Mungkin para sejoli yang mau keluar mengisi weekend memaki langit yang mengguyur malam tanpa memperdulikan schedule kencan mereka. Malam ini pun aku ada agenda untuk nongkrong minum kopi bareng najikh dan febry di angkringan  dekat kosku, dan karena hujan pulalah agenda itu harus sedikit diundur sampai langit selesai menunaikan hajatnya. Sekitar pukul 8 malam najikh telepon bahwa rencana nongkrong diubah menjadi jalan-jalan ke bandung. Setelah proposal jalan-jalan di approve oleh istri , tanpa pikir panjang aku langsung ikut najikh dan febry untuk capcus ke bandung.

Selasa, 25 Februari 2014

BERKAH??




Berkah, apa sih berkah itu?
Kuk semua orang jadi adem kalo mendengar kata itu?
Kalo ada yang punya gaji kecil, pasti dia menghibur dirinya gak papa gaji kecil yang penting berkah..
Kalo ada yang lagi ulang tahun, dikasih ucapan”Barokallahu fi umrik” atau semoga umurmu berkah..
Kalo ada yang habis nerima sedekah pasti doain “semoga rizkimu berkah”

Senin, 28 Oktober 2013

Yang Kurasa



Ketika topik tak lagi penting

Membahas hal remeh bukanlah suatu yang sia-sia

Ketika terlihat bodoh tak lagi malu

Jumat, 06 September 2013

Camar Kecil



Aku mengagumi camar kecilku, walau dia tidak bisa berkicau dengan merdu, aku suka melihat kerja kerasnya, bersaing dengan para elang, menembus badai walau kadang sayapnya basah oleh hujan dan terpaan ombak. Aku mengagumi camar kecilku, aku kagum dengan kepakan sayapnya yang indah, aku terpesona dengan tingkahnya yang anggun, aku salut dengan perjuangannya bersaing dan bertahan hidup. Mungkin elang lebih gagah, tapi aku tak suka keganasannya. Mungkin merpati lebih jinak, tapi dia kurang mandiri. Mungkin murai kicaunya lebih merdu, tapi aku tak suka tingkahnya yang angkuh.

Camar kecilku. Walau bulunya tak seindah merak, tapi putih bulunya meneduhkan pandanganku. Camar kecilku. Walau dia tak secerdas beo tapi tingkahnya menarik hatiku. Camarku pendiam, tapi pada waktunya dia bisa berteriak dengan kencang. Malam itu kulihat dia terbang menukik, lelah mencari dahan untuk kakinya berpijak. Telah lama dia  terbang di atas deburan ombak. Kupanggil dia, wahai dara laut. Kemarilah..
Hinggaplah di hatiku jika kamu lelah..

Camarku, Aku rindu

Rabu, 04 September 2013

Masa Lalu Depan



Aku dilahirkan dalam keluarga miskin, apakah aku pernah mengeluh? Ya.. Aku sering mengeluh. Tapi itu dulu. Seserig apapun aku mengeluh aku tak akan bisa mengubah takdir yang telah berlalu. Kini aku bersyukur. Aku bersyukur karena Allah memberiku kesehatan dan kesempatan untuk berjuang melepaskan diri dari jerat kemiskinan.

Aku dilahirkan dari keluarga yang tidak berpendidikan, Apakah aku mengeluh? Ya.. Seringkali aku malu mendapati kenyataan bahwa bapakku hanya lulusan SMP dan Ibuku hanya jebolan SD. Aku iri pada teman temanku yang mempunyai orang tua berpendidikan tinggi sehingga tahu pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya. Tapi itu dulu. Kini aku bersyukur, Allah memberikanku kesempatan menyelesaikan pendidikanku hingga jenjang sarjana. Dan semoga anak-anakku kelak bisa menyelesaikan pendidikan sampai jenjang doctor, atau jika mungkin menjadi professor.

Aku dilahirkan dalam keluarga yang broken home, apakah aku pernah menyesal? Ya.. tapi itu bukanlah salahku, bukan pula salah ke dua orang tuaku. Aku bersyukur walaupun lahir dari keluarga yang broken home aku tetap bisa menjadi anak yang berprestasi dan berbakti kepada ke empat orang tuaku. Aku memiliki empat orang tua yang menyayangiku sepenuh hati mereka, aku mempunyai adik-adik yang lucu. Seorang bapak tiri yang luar biasa sabar dan berjasa dalam hidupku. Memang tak bisa kupungkiri, aku sering memimpikan keluarga yang utuh dan bahagia. Aku selalu berdoa dan berusaha semoga kelak seumur hidup aku hanya akan menikah satu kali dan terus bersama sampai ajal menjemput.

Apa yang telah lalu adalah cermin, tak elok mengendarai hidupmu dengan terus  menengok ke spion masa lalu. Masa lalu hanya kujadikan sebagai bahan koreksi untuk masa depan.  Tak bisa kupungkiri apa yang kucapai saat ini adalah hasil dari masa lalu. Tapi tak ada guna menyesali masa lalu sebagai mana tak berguna membanggakan prestasi yang telah lewat. Kurencanakan masa depanku. Saat ini aku hanya focus berusaha mencapai target-targetku di masa depan. Berbekal semangat dan doa, Aku yakin usahaku akan bermuara pada hasil yang indah. Bukan yang selalu kuinginkan. Tapi yang terbaik yang aku butuhkan.

BismillaH…
Semangat menggapai masa depan.. Mari rengkuh prestasi prestasi baru

Rabu, 28 Agustus 2013

Karimun Jawa Part 1

Konyol di Bumi Kartini



Tulisan ini bukan kutulis untuk curhat atau merebut simpati kalian, bukan pula aku ingin mengadu tentang nasip malang dan konyol yang telah aku lalui. Segala kemalangan dan kekonyolan yang aku alaami adalah harga yang harus kubayar dari pengalaman indah yang akan terus kukenang. Bukan untuk ku ulangi, tapi untuk kuperbaiki.