Tampilkan postingan dengan label Belajar Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Februari 2014

BERKAH??




Berkah, apa sih berkah itu?
Kuk semua orang jadi adem kalo mendengar kata itu?
Kalo ada yang punya gaji kecil, pasti dia menghibur dirinya gak papa gaji kecil yang penting berkah..
Kalo ada yang lagi ulang tahun, dikasih ucapan”Barokallahu fi umrik” atau semoga umurmu berkah..
Kalo ada yang habis nerima sedekah pasti doain “semoga rizkimu berkah”

Senin, 29 April 2013

1 jam untuk kebahagiaan dunia akhirat

Wirid Lebih Utama Ketimbang Pahalanya
Oleh: Syeikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandary

Tidak ada yang meremehkan konsistensi wirid (ketaatan di setiap waktu) kecuali orang yang sangat bodoh, karena warid ( pahala wirid) itu akan di dapat di negeri akhirat, sedangkan taat atau wirid itu akan lenyap bersama lenyapnya dunia ini.

Sedangkan yang lebih utama untuk diprioritaskan adalah yang wujudnya tidak bisa diabaikan. Wirid adalah HakNya yang harus anda laksanakan. Sedangkan warid adalah sesuatu yang anda cari dariNya. Mana yang lebih utama antara sesuatu yang dituntut oleh Allah padamu, dibanding apa yang anda tuntut dari Allah?
Mayoritas ummat ini lebih banyak berburu pahala dan janjinya Allah swt. Dalam segala gerak gerik ibadahnya. Padahal yang lebih utama adalah ibadah dan kepatuhannya itu sendiri. Sebab kepatuhan dan ubudiyah yang dituntut oleh Allah swt, dan menjadi HakNya, itu lebih utama dibanding hak kita yang besok hanya akan bisa kita raih di akhirat.

Sebab kesempatan melaksanakan HakNya saat ini dibatasi oleh waktu dunia, dan akan habis ketika usia seseorang itu selesai. Karena itu semampang di dunia, ibadah, amal, wirid harus diperbanyak sebanyak-banyaknya. Soal pahala dan balasan di akhirat itu bukan urusan kita. Manusia tidak berhak mengurus dan menentukan pahalanya. Semua itu adalah haknya Allah swt. Yang telah dijanjikan kepada kita, karena merasa menginginkannya.
Ibnu Athaillah lalu menegaskan, mana lebih utama tuntutan anda apa tuntutan Allah?
Disinilah lalu berlaku pandangan:
1. Taat itu lebih utama dibanding pahalanya.
2. Doa itu lebih utama dibanding ijabahnya.
3. Istiqomah itu lebih utama dibanding karomahnya.
4. Berjuang itu lebih utama dibanding suksesnya.
5. Sholat dua rekaat itu lebih utama ketimbang syurga seisinya.
6. Bertobat itu lebih utama ketimbang ampunan.
7. Berikhtiar itu lebih utama ketimbang hasilnya.
8. Bersabar itu lebih utama ketimbang hilangnya cobaan.
9. Dzikrullah itu lebih utama dibanding ketentraman hati.
10. Wirid itu lebih utama ketimbang warid.
11. dan seterusnya.

Para sufi sering mengingatkan kita, “Carilah Istiqomah dan jangan anda menjadi pemburu karomah. Sebab nafsumu menginginkan karomah sedangkan Tuhanmu menuntutmu istiqomah. Jelas bahwa Hak Tuhanmu lebih baik dibanding hak nafsumu.”

Abu Syulaiman ad-Darany menegaskan, “Seandainya aku disuruh memilih antara sholat dua rekaat dan masuk syurga firdaus, sungguh aku memilih sholat dua rekaat. Karena dalam dua rekaat itu ada Hak Tuhanku, sedangkan dalam syurga firdaus hanya ada hak diriku.”

Sufinews.com

Senin, 17 Desember 2012

Asal - Usul Adzan Sebagai Panggilan sholat


Umat islam adalah umat yang terbaik, karena agama islam adalah agama yang paling sempurna. Cukuplah dengan syariat islam kita hidup maka kita akan selamat di dunia dan ahirat. Namun saat ini banyak diantara kita yang minder dengan kebudayaan dan ajaran islam, bahkan mencontoh tradisi-tradisi yang dilakukan oleh orang-orang kafir. Sebagai contoh perayaan tahun baru masehi dan valentine. Hal tersebut tidak ada sama sekali syariatnya dari rosul. Sebagai umat muslim kita harus memiliki cirri khas yang menjadikan kita berbeda dari kaum-kaum yang lain. Dalam hal ibadahpun kita harus yang terbaik melebihi agama yang lain. Seperti yang dicontohkan rosulullah.
Pada suatu hari rosulullah sedang melintasi kaum yahudi, mereka berpuasa pada tanggal 10muharam, lalu nabi bertanya. Sedang puasa apakah mereka, orang yahudi bilang mereka sedang berpuasa untuk mensyukuri selamatnya nabi musa dari kejaran raja firaun dan tenggelamnya firaun dilaut. Maka nabi berkata, jika nabi diberi kesempatan untuk berjumpa dengan tanggal 10muharam di tahun depannya maka nabi akan melakukan puasa pada tanggal 10 muharam dan ditambah pada tanggal 9 muharam sebagai pembeda dari orang yahudi dan sebagai tanda bahwa umat islam adalah umat yang lebih baik.
Begitu juga dengan panggilan untuk ibadah. Adzan mulai disyariatkan pada tahun kedua Hijriah. Mulanya, pada suatu hari Rosulullah mengumpulkan para sahabat untuk memusyawarahkan bagaimana cara memberitahu masuknya waktu salat dam mengajak kaum muslim salat berjamaah. Dalam musyawarah itu ada beberapa usulan. Ada yang mengusulkan supaya dikibarkan bendera sebagai tanda waktu salat telah masuk. Ada juga yang member usulagar ditiup trompet seperti yang biasa dilakukan oleh orang Yahudi. Ada lagi yang mengusulkan supaya dibunyikan lonceng seperti yang biasa dilakukan oleh orang Nasrani. ada seorang sahabat yang menyarankan bahwa manakala waktu salat tiba, maka segera dinyalakan api pada tempat yang tinggi dimana orang-orang bisa dengan mudah melihat ketempat itu, atau setidak-tidaknya bisa melihat asap yang mengepuldari jauh.
 Semua usulan yang diajukan itu ditolak oleh Rosul, kemudian nabi memberikan uslafal itu dengan assalatu jami’ah (marilah salat berjamaah). (KYP3095) Lantas, ada usul dari Umar bin Khattab jikalau ditunjuk seseorang yang bertindak sebagai pemanggil kaum Muslim untuk salat pada setiap masuknya waktu salat. Kemudian saran ini agaknya bisa diterima oleh semua orang dan Nabi Muhammad SAW juga menyetujuinya.
Ketika cara memanggil kaum muslimin untuk salat dimusyawarahkan, suatu malam dalam tidurnya Abdullah bin Zaid bermimpi. Dia melihat ada seseorang sedang menenteng sebuah lonceng. Lonceng tersebut sangat bagus, kemudian Abdullah bin Zaid mendekati orang itu dan bertanya kepadanya apakah ia ada maksud hendak menjual lonceng itu. Jika memang begitu Abdullah bin Zaid memintanya untuk menjual kepadanya saja. Orang tersebut malah bertanya, Untuk apa? Abdullah bin Zaid menjawabnya, Bahwa dengan membunyikan lonceng itu, kami dapat memanggil kaum muslim untuk menunaikan salat. Orang itu berkata lagi, Maukah kau kuajari cara yang lebih baik? Dan Abdullah bin Zaid menjawab Ya! Lalu dia berkata lagi dan kali ini dengan suara yang amat lantang:
Ketika esoknya Abdullah bin Zaid bangun, Dia menemui Nabi Muhammad.SAW, dan menceritakan perihal mimpinya, kemudian Nabi Muhammad. SAW, berkata, Itu mimpi yang sebetulnya nyata. Berdirilah disamping Bilal dan ajarilah dia bagaimana mengucapkan kalimat itu. Dia harus mengumandangkan adzan seperti itu dan dia memiliki suara yang amat lantang. Lalu Abdullah bin Zaid pun melakukan hal itu bersama Bilal. Rupanya, mimpi serupa dialami pula oleh Umar ia juga menceritakannya kepada Nabi Muhammad, SAW.