Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 November 2015

Mendamba




November sudah hujan
Rumput pun mulai tumbuh di halaman
Taman kembali asri
Jakarta makin bersemi

Walau langit sudah teduh
Hatiku tetap saja gaduh
Merindu istri yang jauh
Memuji kesabarannya yang teguh

Haru
Hanya lewat telephone kami urai rindu
Dibantu satellite aku sapa dia di Surabaya
Bercanda, bercengkrama berbagi cerita

Tuhan
Aku bersyukur atas segala nikmatmu yang kau beri
Aku Ridho menjalani takdir yang kau bagi
Namun, izinkan kami tinggal bersama
Bersatu di Surabaya

Jakarta, 20 nov 2015

Senin, 28 Oktober 2013

Yang Kurasa



Ketika topik tak lagi penting

Membahas hal remeh bukanlah suatu yang sia-sia

Ketika terlihat bodoh tak lagi malu

Selasa, 13 Agustus 2013

Penghias Lamunan

Dalam larut gelap malam
Wajahmu terlukis dalam kanvas mimpiku
dalam terang hamparan siang
Senyummu memagari setiap batas lamunku

Ku telah ungkapkan
Apa yang ada tanpa keraguan
Ku jangkau hatimu
Ku bawa menuju cinta halalku

Akan kita dayung biduk asmara
Berjelajah mengarungi seluk rumah tangga
Bercengkrama mesra di atas sungai cinta
Berpagut di bawah rindangnya pohon gairah

Kita bangun rumah kita bersama
Kita susun bata demi bata
Kita pasang pintu dan jendela
Kita rajut naungan atap yang teduh penuh kasih
Kita pulas dinding-dindingnya dengan cat canda

Tulislah puisi tentang kita
Kan kubingkai dalam frame cerita kita
Berdua kita lalui dengan doa
semoga semua indah pada waktunya.
 

Kamis, 04 Juli 2013

Aku dan CITA

Melukis mimpi di langit kota jakarta
Bernaung di rimbun hutan beton berakar besi
Mereguk polusi asap kenalpot
Berdendang dengan bising teriakan klakson

Aku melaju
Tak kuhirau teriakan masa lalu
Tuhanku...
Hanya atas kehendakMu aku mampu
Ketika usahaku telah sampai puncak
Maka doa adalah katalis tercapainya cita

Di sini aku memilih..
Terasing dari teman dan sahabat lamaku
Berjibaku menahan rindu
Berjuang tanpa tau apa tujuanku

Uangkah yang ku cari?
Ilmu kah?
Atau pengakuan keberhasilan dari orang lain?
Aku tak tau..

Aku hanya ingin terlihat pantas
Mampu melakukan apa yang orang lain lakukan tanpa terkendala biaya
Mampu membeli apa yang orang lain punya
Aku tidak ingin terlihat paling kaya
Aku hanya ingin tidak terlihat paling miskin di antara semua

Tuhanku
Maafkan aku jika tersisip kesombongan
Ketika aku berproses dalam takdirmu
Terimakasih telah hadirkan teman dan sahabat-sahabat baru

Ijinkan di sisa umurku
Aku menjadi orang yang lebih baik
Hingga Pada ahirnya
Engkau panggil aku dalam keadaan khusnul khotimah..






Jakarta
 4 juli 13



Senin, 01 Juli 2013

LeLaKi Pengecut

Sudah cukup aku pahat luka pada dinding hatimu
Tak ada guna menyatukan dua kepala batu
Hanya akan ada teriakan kata makian
Alirkan air mata di punggung pipimu

Aku hidup dalam naungan awan penyesalan
Tiap hari kuracuni paru-paruku dengan aroma rasa bersalah
Aku harus pamit meninggalkanmu
karna cintaku hanya bagai racun bagimu
Semua janji yang kita buat bukan palsu
Namun, menepatinya tiada kuasa bagiku

Aku hanya manusia rapuh pada awalnya
kemudian kau berikan aku seteguk semangat di tiap langkahku
kini aku lebih tegar
Tapi aku memilih untuk melepasmu
Aku tak mau menjadi belenggu ekspresimu
Aku terlalu pengecut untuk berharap sama dengan impianmu

Tataplah diujung jalan sana
Seorang pria pemberani akan menggenggam erat tanganmu
Menuntun dan membimbingmu menaiki tangga bahagiamu
Pengecut ini hanya terus mendoakanmu
Terus berbisik kata maaf sambil berlalu

Minggu, 30 Juni 2013

Semoga kau Bahagia

tak ada yang abadi,
begitu juga cinta ku padamu yang dititipkan oleh Nya
mungkin saat ini banyak yang kau sesali
namun penyesalan itu sedikit demi sedikit aku harap akan terhapus dengan pasti

Sertiap air mata yang kau teteskan semoga diganti olehNya dengan kebahagiaan
aku hanyalah bayang-bayang masa lalumu
nanti, kadang kau akan kenang aku bagai lekuk bias warna pelangi
atau mungkin siksaan tusukan duri pekat malam karna putusnya mimpi

di setiap doaku sering kurapalkan kalimat permohonan kebahagiaan untukmu
dalam sudut lamunan sering kuteriakan permintaan maaf padamu
andai aku bisa memutar waktu
ingin kusulam kenangan yang indah
agar tidak ada goresan luka dalam ahir cinta kita..

Rabu, 26 Juni 2013

Pingin Nikah



Puisimu bagus
Aku bisa membacanya
walaupun kau tak pernah benar benar menulisnya

Nasihatmu bijak
Aku dengar
walaupun kau tak pernah nyata mengucapkannya

Lewat gurat gurat rona wajahmu aku tahu bahwa ceritamu sungguh indah
walaupun masih tak jelas klimaks dan endingnya

Kau jelas seorang penyihir tanpa mantra
Yang mampu menyeretku dalam arus asmara
Kau tenggelamkan aku dalam lumpur rindu

Aku tak pernah bisa beranjak dari memikirkanmu
Sendiku seolah lemas jika tiada melamunkanmu
Selalu terlintas senyum yang kau kulum
Tawamu yang sopan membuatku terpikat

Semoga aku segera membopongmu
Kan ku ikat kau dengan erat
Seerat jabatan tanganku pada penghulu

Jumat, 08 Maret 2013

PUISI KEHIDUPAN


Hari hari lewat pelan tapi pasti
Hari ini aku menuju satu puncak tangga yang baru
Karena aku akan membuka lembaran baru
Untuk sisa jatah umurku yang baru
Daun gugur satu-satu
Semua terjadi karena ijin Allah
Umurku bertambah satu-satu
Semua terjadi karena ijin Allah
Tapi… coba aku tengok ke belakang
Ternyata aku masih banyak berhutang
Ya.. berhutang pada diriku
Karena ibadahku masih pas-pasan
Kuraba dahiku
Astagfirullah, sujudku masih jauh dari khusyuk
Kutimbang keinginanku….
Hmm…. masih lebih besar duniawiku
Ya Allah
Ya Allah
Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Akankah aku masih merasakan rasa ini pada tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Masihkah aku diberi kesempatan?
Ya Allah….
Tetes air mataku adalah tanda kelemahanku
Astagfirullah…
Jika Engkau ijinkan hamba bertemu tahun depan
Ijinkan hambaMu ini, mulai hari ini lebih khusyuk dalam beribadah…
Timbangan dunia dan akhirat hamba seimbang…
Sehingga hamba bisa sempurna sebagai khalifahmu…
Hamba sangat ingin melihat wajahMu di sana…
Hamba sangat ingin melihat senyumMu di sana…
Ya Allah,
ijinkanlah

By: "Binatang Jalang" Chairil Anwar

Kamis, 07 Maret 2013

Tak Selesai


Puisi ini tak pernah selesai
Bukan karena pensilku patah
Pula sebab habisnya tinta pena
Tapi ceritaku telah usai

Di suatu masa Kucoba lagi menulis
Sekuat tenaga ku buat rangkaian baris
Kulihat kau malah menangis
Ahh……  Aku harus apa?

Jika memang ini ahirnya
Lebih baik aku buat lain cerita
Wajah dalam bingkai pigura
Senyum dalam kapasitor Hp dan laptopku

Kupejamkan mataku
Kulihat jutaan kisah tersusun rapi
Rak-rak kenangan penuh terisi
Setumpuk tawa berbatas tangis tersimpan di laci

Kulipat kertas ku
Aku sadar
Tak ada guna bait-bait ini
Karena puisi ini tak kan pernah selesai

Jakarta, 8 maret 13

Minggu, 03 Maret 2013

GAMANG

Maaf
Aku buat sebuah partisi
Pada daging yang bernama hati

Maaf
Aku tak lagi setia
Rasaku telah berbelah

Semua ini karna friksi
Pertengkaran tanpa ujung
Pada jarak yang melintang

Sungguh
Ku ingin kau bahagia
Dan ku terus ajukan tanya
Bisakah aku memberinya?

Kau bilang kita berbeda
Kau yakinkanku kita bisa
Tapi aku Gamang

Bukan hanya terkadang
Bukan juga kadang-kadang
Tapi kadang-kadang-kadang
Aku merasa bimbang


Jakarta, 04-Maret-2013






Senin, 18 Februari 2013

Prophet


Wahai Langit
Tanyakan pada-Nya
Mengapa dia menciptakan sekeping hati ini
Begitu rapuh dan mudah terluka
Saat dihadapkan dengan duri-duri cinta
Begitu kuat dan kokoh
Saat berselimut cinta dan asa...
Mengapa dia menciptakan rasa sayang dan rindu
Di dalam hati ini..
Mengisi kekosongan di dalamnya
Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih
Menimbulkan segudang tanya
Menghimpun berjuta asa
Memberikan semangat..
Juga meninggalkan kepedihan tak terkira
Mengapa dia meninggalkan kegelisahan dalam relung jiwa
Menghimpit bayangan
Menyesakkan ada..
Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa
Wahai ilalang…
Pernakah kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini
Mengapa kau hanya diam
Katakana padaku
Sebuah kata yang mampu meredam gejolak hati ini..
Sesuatu yang dibutuhkan raga ini..
Sebagai pengobat raga ini..
Sebagai pengobat tuk rasa sakit yang tak terkendali
Desiran membuat bisik diriku
Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku
Aku tak tahu apa maksutmu
Hanya menduga..
Bisikmu mengatakan ada seseorang di balik bukit sana
Menunggumu dengan setia..
Menghargai apa arti cinta..
Hati yang terjatuh dan terluka
Merobek malam menorah seribu duka
Kukepakkan sayap-sayap patahku
Mengikuti hembusan angin yang berlalu
Menancapkan rindu…
Di sudut hati yang beku..
Dia retak, hancur bagai serpihan cermin
Berserakan…
Sebelum hilang diterpa angin…
Sambil duduk lemah…
Ku coba kembali mengais sisa hati
Bercampur bau dengan debu
Ingin ku rengkuh…
Ku gapai kepingan di sudut hati..
Hanya bayangan yang ku dapat…
Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya
Tak sanggup ku kepakkan kembali sayap ini
Ia telah patah..
Tertusuk duri-duri yang tajam…
Meringins..
Mencoba menggapai sebuah pegangan..

Penggalan puisi "Prophet" Mahakarya dari Khalil Gibran
disadur dari Blog Anne Ahira