Selasa, 13 Agustus 2013

Penyegel Hatiku




 
27 Juli 2013, menjadi tanggal 27 istimewa juga selain 27 Desember 1966 dan 27 Desember 1989.
Tak ada yang menyangka, Teman-teman semua kaget, kuk aku jadian sama dia?
Setelah kami merelease hubungan kami ke publik Satu persatu Pertanyaan lewat WhatsApps dari teman datang, dan seperti biasa tak jawab sakenake udelku *kujawab semauku

“kuk bisa kamu jadian sama dia?”
Apa c yang gak bisa buat aq.. hwe hwe hwe :)
“Fariz.. kamu serius sama dia?”
Cius dunkz, mbok kiro?
“Eh Riz itu beneran ta?”
Ketok ane se ngono
“Wah selamat mas.. ganti karo mbak iki sampean.. hebat hebat.. Suangar ancen masku iki”
Lho….  kaet ndisik le.. aku sangar   hwa3
“Lho riz temenan ta iki?”
Lha iyes, mosok bercanda?
“PPmu ngeri riz, hwa hwa hwa”
Ngeri? Emange gendruwo.. Ngawur

“Lho riz kuk dia mau sama kamu? Padahal banyak lho yang ngejar dia, tapi kuk malah milih kamu?”
Di dunia ini siapa sih cewek yang bisa nolak Fariz.. hwe3
Lho iya ta? Gak ngerti aku. Tanya dia dunk
Dan masih banyak lagi….

Jangankan teman-teman aku sendiri juga kaget, bingung, gak percaya tapi semua gak penting, yang pasti aku bahagia..

Sebelumnya memang kami tidak pernah dekat, memang sih kami kuliah bareng selama empat tahun, Tapi saat itu hubungan kami hanya sebatas teman, gak ada yang spesial. Saat itu baik aku maupun dia sama-sama sudah punya pacar.
Boleh dibilang kami adalah musuh yang bersahabat.. (hayo.. piye iku maksute musuh yang bersahabat?) aku sering banget godain dia, mulai dari ngledekin rambutnya yang keriting, penampilannya, ngledek karena dia satu-satunya cewek yang tidak berjilbab di angkatan(teman fisika 2007), ngledek tulisannya yang rapi tapi kalau ditanya tentang apa yang dia tulis dia suka gak ngerti, sampe masalah kisah cintanya, juga hal-hal gak penting lain yang bisa dijadikan bahan olok-olok. *buat mbok dhe maaf ya…
Tapi dia memang cewek spesial, dia selalu memaafkan candaan dan olok-olokanku, bahkan selalu meminjami buku catatan kuliah untuk ku fotocopy jika mau ada Quis atau Ujian (walaupun harus ngantri, karena memang buku catatan mbok dhe ini laris manis, sudah dicetak ratusan bahkan ribuan copy  dan termasuk best seller di penerbit Pak Pon jaya), maklum, aku termasuk orang yang males nulis.. hwe hwa hwi..

Setelah hampir enam tahun kenal dia.. ternyata Tuhan menumbuhkan rasa saling cinta di antara kami berdua. Cieee bahasae rek, koyo opo ae…
 Aku menyebut ini takdir.
Kenapa eh kenapa aku menyebutnya ini takdir? Karena eh karena semua serba kebetulan
(Kebetulan = kesempatan bertemu dengan persiapan)
Kebetulan yang pertama
Gak ada proses PDKT sebelum jadian. Aku di Jakarta dia di Surabaya, hanya beberapa kali kami berkomunikasi via dunia maya, merasa cocok trus jadi. Gak perlu proses tawar menawar panjang kaya ibu-ibu nawar sayur di pasar, atau tawar menawar tukang ojek dan penumpang di setasiun. Sini mau situ mau JADI dech
Kebetulan yang kedua
Dia cewek aku cowok, kalo dia cowok walaupun merasa cocok aku tetep ogah….
Kebetulan yang ketiga
Secara usia kami sudah siap menikah, kalo kami saling sukanya pas jaman SD, mau mikir nikah masih kejauhan. Nah berhubung kami udah sama-sama siap Mohon doa supaya kami segera melangkah ke jenjang pernikahan.. Assssuuuuuuiiiikk.. eh.. AAmiin……..
Dan masih banyak kebetulan-kebetulan yang lain.

Aku punya beberapa pertanyaan untuknya ketika kami baru mau jadian.
#Mbok Dhe, Apa yang bikin kamu suka sama aku?
Dia  jawab ngrasa cocok aja, (kenapa gak jawab ngrasa cocok banget sih… hwa3 #ngarep pol) aku tau pasti ada jawaban yang lain yang dia jadikan pertimbangan
 Mbok Dhe..  Please…   kasih tau dong apa itu?

#Mbok Dhe, kamu gak nyesel ta jadian sama aku?
Insya Allah NGGAK.. ( Jawaban yang mantep. Saya suka Saya suka)

#Mbok Dhe said to me  “aku mau sama kamu asal kamu bisa menerima kelebihan dan kekuranganku”

Bagiku menerima kekurangannya sih gampang tapi untuk menerima kelebihannya itu yang susah.
Bukan karena aku minder atau jadi rendah diri sama kelebihannya, masalahnya apa sih kelebihannya? Kuk ke-PeDe-an banget, kaya punya kelebihan aja tuh orang.
Hwahwahwa…

Dia cewek yang unik, kalau kujelaskan panjang x lebar x tinggi, atau sisi x sisi x sisi atau 1/3 x phi x jari-jari^2 x tinggi atau 4/3 x phi x jari-jari^3 maka semua itu akan menghasilkan satu kesimpulan, VOLUME BANGUN RUANG.. gak nyambung

Ok, aku punya definisi yang pas buat dia, “ Baik hati, Simpel, Sederhana, bisa membaur di semua kalangan, suka ngalah dan Cantik.. eh ralat lebih tepatnya pantes dijak buwuh *kondangan
 Tapi yang membuat dia bisa menyegel hatiku adalah kami punya devinisi yang sama tentang kebahagiaan dan masa depan..

Mbok de ini lagu buat kamu..

Senyumanmu by Letto
Indah matamu derai rambutmu
Menunjukkan itulah keindahan
Yang memberikan bentuk senyuman
Sebentuk usapan kepada hati
*courtesy of 
[*]
Sinar wajahmu lembut katamu
Sepertinya mampu menggubah dunia
Yang terasa begitu hampa
Semuanya sirna tanpa cinta

[**]
Ku temukan arti kerinduan
Dan ku mengerti yang ku cari

[***]
Oh..  bukanlah cantikmu yang ku cari
Bukanlah itu yang aku nanti
Tetapi ketulusan hati yang abadi
Ku tahu mawar tak seindah dirimu
Awan tak seteduh tatapanmu tetapi
Kau tahu yang ku tunggu hanyalah senyummu

Back to [*][**][***]
Copy paste dari http://liriklaguindonesia.net/letto-senyumanmu.htm

Kalo yang ini buat aku sendiri

Cintaku - Chrisye
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Kan kujalin lagu
Bingkisan kalbuku
Bagi insan dunia
Yang mengagungkan cinta

Betapa nikmatnya
Dicumbu asmara
Bagai embun pagi
Yang menyentuh rerumputan

Reff:
 Cinta akan kuberikan bagi hatimu yang damai
Cintaku gelora asmara seindah lembayung senja
Tiada ada yang kuasa melebihi
Indahnya nikmat bercinta
Copy paste dari http://liriklaguindonesia.net/chrisye-cintaku.htm

Kamis, 04 Juli 2013

Tak pernah setengah hati

Tak pernah setengah hati
Ku mencintaimu ku memiliki dirimu 
Setulus-tulusnya jiwa 
Ku serahkan semua hanya untukmu

Tak pernah aku niati untuk melukaimu 

Atau meninggalkan dirimu 
Sesal ku selalu bila tak sengaja 
Aku buat kau menangis

Reff 

Memiliki mencintai dirimu kasihku 
Tak akan pernah membuat diriku menyesal 
Sungguh matiku 
Hidupku 'kan selalu membutuhkan kamu


By: Tompi

Aku dan CITA

Melukis mimpi di langit kota jakarta
Bernaung di rimbun hutan beton berakar besi
Mereguk polusi asap kenalpot
Berdendang dengan bising teriakan klakson

Aku melaju
Tak kuhirau teriakan masa lalu
Tuhanku...
Hanya atas kehendakMu aku mampu
Ketika usahaku telah sampai puncak
Maka doa adalah katalis tercapainya cita

Di sini aku memilih..
Terasing dari teman dan sahabat lamaku
Berjibaku menahan rindu
Berjuang tanpa tau apa tujuanku

Uangkah yang ku cari?
Ilmu kah?
Atau pengakuan keberhasilan dari orang lain?
Aku tak tau..

Aku hanya ingin terlihat pantas
Mampu melakukan apa yang orang lain lakukan tanpa terkendala biaya
Mampu membeli apa yang orang lain punya
Aku tidak ingin terlihat paling kaya
Aku hanya ingin tidak terlihat paling miskin di antara semua

Tuhanku
Maafkan aku jika tersisip kesombongan
Ketika aku berproses dalam takdirmu
Terimakasih telah hadirkan teman dan sahabat-sahabat baru

Ijinkan di sisa umurku
Aku menjadi orang yang lebih baik
Hingga Pada ahirnya
Engkau panggil aku dalam keadaan khusnul khotimah..






Jakarta
 4 juli 13



Senin, 01 Juli 2013

LeLaKi Pengecut

Sudah cukup aku pahat luka pada dinding hatimu
Tak ada guna menyatukan dua kepala batu
Hanya akan ada teriakan kata makian
Alirkan air mata di punggung pipimu

Aku hidup dalam naungan awan penyesalan
Tiap hari kuracuni paru-paruku dengan aroma rasa bersalah
Aku harus pamit meninggalkanmu
karna cintaku hanya bagai racun bagimu
Semua janji yang kita buat bukan palsu
Namun, menepatinya tiada kuasa bagiku

Aku hanya manusia rapuh pada awalnya
kemudian kau berikan aku seteguk semangat di tiap langkahku
kini aku lebih tegar
Tapi aku memilih untuk melepasmu
Aku tak mau menjadi belenggu ekspresimu
Aku terlalu pengecut untuk berharap sama dengan impianmu

Tataplah diujung jalan sana
Seorang pria pemberani akan menggenggam erat tanganmu
Menuntun dan membimbingmu menaiki tangga bahagiamu
Pengecut ini hanya terus mendoakanmu
Terus berbisik kata maaf sambil berlalu

Minggu, 30 Juni 2013

Semoga kau Bahagia

tak ada yang abadi,
begitu juga cinta ku padamu yang dititipkan oleh Nya
mungkin saat ini banyak yang kau sesali
namun penyesalan itu sedikit demi sedikit aku harap akan terhapus dengan pasti

Sertiap air mata yang kau teteskan semoga diganti olehNya dengan kebahagiaan
aku hanyalah bayang-bayang masa lalumu
nanti, kadang kau akan kenang aku bagai lekuk bias warna pelangi
atau mungkin siksaan tusukan duri pekat malam karna putusnya mimpi

di setiap doaku sering kurapalkan kalimat permohonan kebahagiaan untukmu
dalam sudut lamunan sering kuteriakan permintaan maaf padamu
andai aku bisa memutar waktu
ingin kusulam kenangan yang indah
agar tidak ada goresan luka dalam ahir cinta kita..

Rabu, 26 Juni 2013

Pingin Nikah



Puisimu bagus
Aku bisa membacanya
walaupun kau tak pernah benar benar menulisnya

Nasihatmu bijak
Aku dengar
walaupun kau tak pernah nyata mengucapkannya

Lewat gurat gurat rona wajahmu aku tahu bahwa ceritamu sungguh indah
walaupun masih tak jelas klimaks dan endingnya

Kau jelas seorang penyihir tanpa mantra
Yang mampu menyeretku dalam arus asmara
Kau tenggelamkan aku dalam lumpur rindu

Aku tak pernah bisa beranjak dari memikirkanmu
Sendiku seolah lemas jika tiada melamunkanmu
Selalu terlintas senyum yang kau kulum
Tawamu yang sopan membuatku terpikat

Semoga aku segera membopongmu
Kan ku ikat kau dengan erat
Seerat jabatan tanganku pada penghulu

Senin, 29 April 2013

1 jam untuk kebahagiaan dunia akhirat

Wirid Lebih Utama Ketimbang Pahalanya
Oleh: Syeikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandary

Tidak ada yang meremehkan konsistensi wirid (ketaatan di setiap waktu) kecuali orang yang sangat bodoh, karena warid ( pahala wirid) itu akan di dapat di negeri akhirat, sedangkan taat atau wirid itu akan lenyap bersama lenyapnya dunia ini.

Sedangkan yang lebih utama untuk diprioritaskan adalah yang wujudnya tidak bisa diabaikan. Wirid adalah HakNya yang harus anda laksanakan. Sedangkan warid adalah sesuatu yang anda cari dariNya. Mana yang lebih utama antara sesuatu yang dituntut oleh Allah padamu, dibanding apa yang anda tuntut dari Allah?
Mayoritas ummat ini lebih banyak berburu pahala dan janjinya Allah swt. Dalam segala gerak gerik ibadahnya. Padahal yang lebih utama adalah ibadah dan kepatuhannya itu sendiri. Sebab kepatuhan dan ubudiyah yang dituntut oleh Allah swt, dan menjadi HakNya, itu lebih utama dibanding hak kita yang besok hanya akan bisa kita raih di akhirat.

Sebab kesempatan melaksanakan HakNya saat ini dibatasi oleh waktu dunia, dan akan habis ketika usia seseorang itu selesai. Karena itu semampang di dunia, ibadah, amal, wirid harus diperbanyak sebanyak-banyaknya. Soal pahala dan balasan di akhirat itu bukan urusan kita. Manusia tidak berhak mengurus dan menentukan pahalanya. Semua itu adalah haknya Allah swt. Yang telah dijanjikan kepada kita, karena merasa menginginkannya.
Ibnu Athaillah lalu menegaskan, mana lebih utama tuntutan anda apa tuntutan Allah?
Disinilah lalu berlaku pandangan:
1. Taat itu lebih utama dibanding pahalanya.
2. Doa itu lebih utama dibanding ijabahnya.
3. Istiqomah itu lebih utama dibanding karomahnya.
4. Berjuang itu lebih utama dibanding suksesnya.
5. Sholat dua rekaat itu lebih utama ketimbang syurga seisinya.
6. Bertobat itu lebih utama ketimbang ampunan.
7. Berikhtiar itu lebih utama ketimbang hasilnya.
8. Bersabar itu lebih utama ketimbang hilangnya cobaan.
9. Dzikrullah itu lebih utama dibanding ketentraman hati.
10. Wirid itu lebih utama ketimbang warid.
11. dan seterusnya.

Para sufi sering mengingatkan kita, “Carilah Istiqomah dan jangan anda menjadi pemburu karomah. Sebab nafsumu menginginkan karomah sedangkan Tuhanmu menuntutmu istiqomah. Jelas bahwa Hak Tuhanmu lebih baik dibanding hak nafsumu.”

Abu Syulaiman ad-Darany menegaskan, “Seandainya aku disuruh memilih antara sholat dua rekaat dan masuk syurga firdaus, sungguh aku memilih sholat dua rekaat. Karena dalam dua rekaat itu ada Hak Tuhanku, sedangkan dalam syurga firdaus hanya ada hak diriku.”

Sufinews.com

Minggu, 10 Maret 2013

Kenangan

Cewek itu memanggilku Ayank, cewek dari sebrang pulau utara Surabaya. Aku mengenalnya saat hari pertama Orientasi mahasiswa baru. Entah kapan mulainya aku suka ke dia, yang aku tau sebulan setelah perkenalan itu kami sudah resmi menjadi pacar. Cewek itu memanggilku Ayank, ia memanggil dengan centil dan manja. Biasanya aku akan langsung menjawabnya dengan segera. Cewek itu memanggilku Ayank, tapi kini semuanya tinggal kenangan.

Aku memanggilannya Yayank, panggilan cinta dan rasa sayangku ke dia yang tak pernah ku gunakan untuk memanggil  yang lain. Aku memanggilnya Yayank, panggilan itu special hanya untuknya. Dialah cewek yang kupilih dari sekian banyak cewek yang ada di kampus walaupun aku belum mengenal sifat-sifat yang ada pada dirinya. Aku memanggilnya Yayank, tapi kini semuanya tinggal kenangan.

Biasanya kemanapun kami selalu bersama, sarapan, makan siang, makan malam. Berangkat kuliah aku selalu menjemput ke kosnya. Jarak antara kosku dan kampus sekitar 1 km, tapi karna harus menjemputnya, aku harus melawan arah dan berjalan kaki lebih jauh, mungkin jarak ke kempus jadi sekitar 2 km. tapi aku bahagia bisa berjalan bareng sama dia ke kampus. Aku bahagia dia memilih aku yang tak punya motor dan hanya bisa menemaninya jalan kaki. Mungkin sebenarnya dia bisa pilih cowok lain yang punya motor dan bisa menboncengnya ke kampus. Dia tidak perlu capek jalan dan tersengat panasnya kota Surabaya. Di kampuspun kami selalu bersama, mengambil mata kuliah yang sama, dan selalu duduk bersama, jika ada tugas kelompok yang tidak mengharuskan mengikuti NRP kami pasti berada di kelompok yang sama. Hanya mandi dan tidur yang membuat kami berpisah. Dulu dia memanggilku ayank, Tapi kini semuanya tinggal kenangan.

Hai…. Aku sekarang menganggapmu teman. Tak lebih.. aku berharap di lain waktu kita bisa bercanda seperti dulu. Bukan sebagai pacarmu. Tapi sebagai teman yang pernah menghadirkan kenangan di hatimu. Jangan lagi memannggilku Ayank, karena semuanya Tinggal kenangan.

Abg putus cinta


Kata orang cinta pertama itu tak kan pernah terlupa. Benar gak ?
Kl aku pribadi sih setuju banget. Sebenarnya bukan hanya cinta pertama, tapi sesuatu apapun yang pertama kali itu biasanya selalu membekas di hati. Kalau tentang cinta pertamaku ini juga aku sudah menulis banyak berbagai versi. Tapi tau dah dimana filenya.
Emmm….
Pertama kali aku punya pacar itu tanggal 8 agustus 2006, tapi hanya sebentar banget. Cuma bertahan 5 bulan aja. Tanggal 17 desember 2006 aku udah diputusin sama pacarku. Hanya berjarak 10 hari saja dari ulang tahunku yang ke-17. Hufh, gak jadi punya pacar dech pas sweet seventeen.
Kebayang gak gimana kecewanya?
Saat itu aku diputusin tanpa alasan yang jelas. Aku terus mencoba menanyakan alasannya. Dan dia hanya menjawab singkat. “coba dengerin lagu TAPI BUKAN AKU by krispatih.”. Sebenarnya dulu aku ingin mempertahankannya, atau melepasnya sebentar trus suatu saat balikan lagi karna aku pikir dia pingin putus dengan alasan pingin konsentrasi buat persiapan Ujian Nasional. Ternyata aku salah, setelah mendengarkan lagu itu, aku patah hati, sepatah-patahnya. Kecewa sekecewa-kecewanya.
Ini ni lirik yang bikin aku ngerasa gak punya harapan.
“ berahirlah sudah semua rasa ini dan jangan kau tangisi lagi, sekalipun aku takkan pernah mencoba kembali padamu”.
Dia gak bakal balik ke aku lagi.
Ahirnya aku nyerah dan kuputuskan untuk nyari pacar lagi.
Ternyata setelah aku berpacaran lagi aku baru sadar alasan dia  mutusin aku, sangat wajar dan manusiawi. Dulu aku gak tau gimana cara berpacaran yang baik dan benar, gak pernah ngajak keluar, gak pernah nyenengin dia, gak pernah makan atau jalan-jalan ma dia, yang ada aku selalu nyakitin dan ngrepotin dia. Aku bener-bener gak ngerti protap berpacaran.  Wah pokoknya ngenes banget dech tu cewek. Sekarang aku Cuma bisa berterimakasih ke dia. Dan semoga dia segera mendapatkan laki-laki terbaik. Yang romantis, manis, sabar, lembut, pengertian. Pokoknya yang baik dech..
Sementara aku hanya bisa dengerin ini lagu:


Jangan lagi kau sesali keputusanku
Ku tak ingin kau semakin kan terluka
Tak inginku paksakan cinta ini
meski tiada sanggup untuk kau terima

Aku memang manusia paling berdosa
Hianati rasa demi keinginan semu
Lebih baik jangan mencitai aku dan semua hatiku
Karena takkan pernah kau temui cinta sejati

Berahirlah sudah semua  kisah ini
Dan jangan kau tangisi lagi
Sekalipun aku takkan pernah mencoba kembali padamu
Sejuta kata maaf terasa kan percuma
Sebab rasaku tlah mati untuk menyadarinya

Semoga saja kan kau dapati
Hati yang tulus mencintaimu 
Tapi Bukan Aku